Feature

Inilah 7 Pro Gamer yang Ketahuan Bermain menggunakan Cheat

Sekarang ini gamer sudah menjadi sebuah pekerjaan yang diminati oleh masyarakat. Penghasilan yang didapat pun sangat menggiurkan terutama kalau sering ikut turnamen dan menang. Menjadi gamer profesional tentu butuh banyak pengorbanan.

Waktu, tenaga, pikiran terus dikuras untuk mengasah skill agar lebih jago. Seorang Pro Gamer adalah orang yang sudah sangat jago dalam memainkan sebuah game dan skill-nya di atas rata-rata pemain lain.

Namun, menjadi pro gamer bukan berarti tidak bakal berbuat curang seperti contoh para gamers profesional di bawah ini yang ketahuan bermain menggunakan cheat saat sedang turnamen resmi. Tentu perbuatan ini tidak baik karena menggunakan cara yang tidak benar untuk mendapatkan pundi dan bermain tidak sportif. Dibawah ini ada 5 gamer pro yang ketahuan melakukan kecurangan di ajang turnamen profesional.

*Penggunaan cheat atau berbuat kecurangan melibatkan para pemain video game yang menggunakan metode di luar kewajaran demi menciptakan keuntungan atau juga kerugian dari alur permainan umumnya.

Baca Juga:

1. Nikhil “Forsaken” Kumawat – Optic India (CS:GO)

Ini adalah kasus paling baru dan ramai, Optic India adalah salah satu tim yang berlaga dalam ajang eXTREMESLAND Asia 2018. Salah satu anggotanya, Nikhil ‘Forsaken” Kumawat, ketahuan menggunakan aimbot saat pertandingan berlangsung. Hal ini membuatnya bisa melakukan akurasi tembakan sempurna dalam game CS:GO.

Setelah diteliti oleh panitia, ditemukan cheat aimbot dalam bentuk file word. Forsaken sempat menghapus bukti yang ada namun panitia mempunyai bukti visual yang telah didapatkan dan juga file cheat yang telah dihapus berhasil di restore.

Akibat ulahnya ini menyebabkan Forsaken dilarang tampil dalam pertandingan resmi manapun seumur hidupnya dan Tim OpTic India pun didiskualifikasi. Ternyata ini bukan pertama kalinya forsaken melakukan kecurangan. Dia juga pernah melakukannya pada tahun 2017 yang membuatnya dilarang bermain selama 6 bulan.

Melalui akun twitter resmi OpTic India juga langsung membuat pernyataan resmi setelah kejadian tersebut, dan membuat Forsaken langsung ditendang dari tim dan disuruh mencari tim lainnya yang masih mau menerima dia.

2. AtuuN – Thunder Predator (DOTA 2)

Kasus cheat atau kecurangan juga pernah terjadi lho di game sebesar DotA 2 parahnya lagi saat ajang turnamen super besar The International 2018 yang berhadiah total USD 15 juta atau setara Rp 214 miliar. Thunder Predator adalah tim DotA 2 yang berasal dari Peru.

Pada ajang The International 2018 tim ini terpaksa harus didiskualifikasi karena salah satu anggotanya menggunakan cheat. AtuuN adalah anggota yang akhirnya ketahuan menggunakan program makro di mousenya.

Saat itu AtuuN sedang memakai hero Meepo, lalu dengan makro ini AtuuN sangat diuntungkan. Jadi dengan penggunaan makro ini dia tidak perlu lagi menekan tombol banyak saat mengontrol skill ultimate dari Meepo. Dengan menekan satu tombol makro yang dia buat itu, Meepo dengan cepat bisa berteleportasi lalu mengeluarkan damage langsung ke lawan.

3. Hovik “KQLY” Tovmassian – Titan (CS:GO)

Dalam game FPS seperti CS:GO akurasi tembakan sangat penting, butuh waktu cukup lama untuk memiliki ketepatan akurasi tinggi seperti pro gamer yang sudah menguasai. Dalam game CS:GO selain karena skill ada juga cheat tertentu untuk meningkatkan akurasi tembakan yaitu aimbot.

Dengan cheat aimbot, kamu bisa menembak kemana aja atau asal namun peluru akan otomatis ke musuh dan tewas. Tentu menggunakan cheat dalam bermain santai saja tidak diperbolehkan apalagi seperti pada kasus KQLY yang sedang turnamen ini.

KQYL adalah salah satu pemain CS:GO yang pernah kedapatan melakukan kecurangan saat turnamen pada tahun 2014 dengan kompetisi DreamHack. Dia menggunakan aimbot yang membuatnya kemudian di banned, karena ulahnya itu KQLY langsung dipecat dari Titan dan tim Titan tidak bisa mengikuti turnamen tersebut.

4. Stephane “Shaiiko” Lebleu – beGenius (Rainbow Six: Siege)

Kasusnya sama seperti AtuuN, Shaiiko ini tidak menggunakan software cheat tetapi menggunakan macro di mouse yang membuatnya bermain lebih mudah dari biasanya. Shaiiko merupakan pro gamer asal Perancis dari game Rainbow Six: Siege yang ketahuan berbuat curang saat sedang turnamen Pro League melawan tim PENTA Sports.

Dalam game Rainbow Six: Siege penggunaan macro sangat dilarang, macro yang digunakan Shaiiko ini dapat menahan recoil senjata jadi akan membuatnya mudah ketika menembak. Dia di banned dari event ESL selama 2 tahun akibat perbuatannya tersebut.

5. KiD X – Overwatch

Blizzard selalu mengutuk keras kepada pelaku cheater dan tidak memberi ampun kepada siapapun, jika kamu ingin menggunakan cheat saat bermain game Overwatch sebaiknya urungkan niat tersebut karena Blizzard tak akan memberi ampun.

Kejadian ini terjadi oleh satu streamer dari Korea Selatan yaitu KiD X, ia ketahuan menggunakan cheat aimbot saat sedang bermain parahnya ia melakukan itu saat sedang live streaming dan jika bisa kamu lihat pada video atas. Akibat ulahnya itu KiD X pada menit 3 langsung terkena banned permanen dari Blizzard.

Padahal KiD X ini merupakan top player 500 di game Overwatch, tentu akibat tindakan tidak sportifnya ini mencoreng reputasinya sebagai pemain top.

6. Kory “semphis’ Friesen – Cloud9 (CS:GO)

Mungkin kamu pernah dengar kasus atlit yang menggunakan doping untuk meningkatkan energi dalam tubuhnya. Ternyata hal ini juga berlaku dalam olahraga esport yang membutuhkan konsentrasi tinggi didepan layar.

Salah satu pemakai doping dalam dunia esport adalah semphis dari tim Cloud9. Dia menggunakan Adderal yang membuat tubuhnya sangat berenergi saat sebelum bertanding. Karena pengakuannya tersebut membuatnya dipecat dari Cloud9. Dia juga mengakui banyak pro gamer lain yang menggunakan doping saat pertandingan.

Adderall merupakan stimulan yang akan memberikan energi kepada tubuh, efeknya sama seperti ketika menggunakan kokain.

7. Woong – Azubu Frost (League of Legends)

Kejadiannya saat kompetisi League of Legends Season 2  World Championship playoff pada tahun 2012 yang saat itu mempertemukan antara 2 tim yaitu Azubu Frost dengan TSM. Kamu bisa melihat pada video di atas, saat sedang jeda karena ada masalah teknis.

Tim lawan TSM Chaox mempergoki salah satu anggota Azubu Frost, Woong, kedapatan beberapa kali mengintip layar besar atau spion saat sedang jeda untuk mengetahui posisi musuh.

Akibat kejadian ini membuatnya dilaporkan kepada panitia dan kena sanksi yang sangat besar yaitu USD 30 ribu atau setara Rp 429 juta. Namun kerennya karena pelanggaran ini Azubu Frost tetap menang dan berhasil masuk ke babak berikutnya.

Itulah beberapa pemain pro gamer yang pernah ketahuan melakukan kecurangan dan tidak sportif saat turnamen maupun saat sedang livestreaming. Dan dari semua tindakan tersebut langsung dilakukan penindakan keras. Jangan sampai karena ngotot ingin menang atau dapat uang kamu ikut-ikutan berbuat curang ya.

Close