Developer Video Game Diimbau Untuk Melindungi Anak Dari Predator Online

video game predator online
Video Game & Predator Online (Foto: Raleigh News & Observer)

Walau memang sangat miris, namun kenyataannya video game kini menjadi media / sasaran empuk bagi “predator online”.

Dan hal ini kian diperkuat dengan pernyataan resmi badan Federal Bureau of Investigation (FBI) pada akhir Juli 2021 lalu. Melansir cleveland19, sudah sering sekali terjadi kasus dimana anak yang main game online, diberikan pesan pop-up oleh sosok dewasa yang cabul dan tidak betanggung jawab.

Melalui pesan tersebut, si predator online melakukan berbagai cara liciknya untuk memancing si anak yang sedang main video game, mengirimkan foto-foto yang “riskan”. Dan sekali lagi, kasus ini, masih sering terjadi hingga detik ini. Dan hal ini tentunya sangatlah memprihatinkan.

Aturan AADC

video game predator anak
Foto: GameRant

Melihat dan dengan tekad kuat untuk mengakhiri tindakan ini, melansir GameRant, baru-baru ini tiga anggota kongres A.S, mengirimkan surat terbuka ke 12 perusahaan pengembang video game terbesar. 5 dari 12 tersebut antara lain: Microsoft, Nintendo, Sony, Activision, dan Epic Games.

Dalam surat tersebut, anggota kongeres ini menghimbau agar perusahaan-perusahaan ini, untuk mengadopsi standar aturan Inggris yang memberikan standar ketentuan kuat untuk melindungi anak-anak yang main video game dari serangan predator online.

Imbauan ini merupakan bagian dari undang-undang legislatif yang bernama Age Appropriate Design Code (AADC). Sedianya, imbauan legislatif ini akan mulai berlaku bulan September 2021.

Roblox & Minecraft

Salah satu imbauan yang terdapat dalam AADC adalah agargame-game seperti Roblox atau Minecraft, benar-benar terancang dan sesuai dengan usia anak yang memainkan. Nah salah satu yang mereka harapkan adalah agar developer video game, memberikan aturan dan kebijakan yang lebih ketat.

Sehingga, aturan serta kebijakan yang lebih ketat ini nantinya, bisa melindungi data-data mereka (termasuk foto-foto), bocor ke tangan predator online.

Memang bagi kita yang juga mengetahui aturan / ketentuan hukum Amerika Serikat, sebenarnya sudah ada undang-undang yang melindungi privasi anak. Spesifiknya bernama, Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA).

Tapi undang-undang perlindungan tersebut, hanya berlaku pada anak yang berusia 12 tahun atau yang bawah umur tersebut. Sedangkan saat ini, predator online justru mengincar pemain video game yang berkisar antara 12-18 tahun.

Dengan AADCD, tentunya besar harapan agar undang-undang ini bisa mengatur bahya predator online terhadap pemain video game dalam rentang usia tersebut.

Well, mari kita berharap saja semoga undang-undang ini, nantinya bisa sah dan terealisasikan. Sekarang, bagaimana nih pendapatmu dengan kabar ini?

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *